Nahkali ini USH akan membahas tentang unsur-unsur penelitian ilmiah. Simak terus ya. Untuk dapat melakukan penelitian dengan baik, peneliti perlu memiliki pengetahuan tentang berbagai unsur penelitian. Unsur-unsur yang menjadi dasar penelitian ilmiah ini adalah : konsep, preposisi, teori, variabel, hipotesa dan definisi operasional.
antomnyaterdapat 22 neutron maka nomor massa unsur itu adalah. A. 18 B. 20 C. 28 D. 35 E. 40 3. Unsur X yang terletak pada periode 5 dan golongan V B. Atom unsur X mempunyai jumlah elektron A. 23 B. 39 C. 41 D. 51 E. 73 4. Atom unsur X dengan nomor atom 42 pada tabel periodik terletak pada A. golongan VI B, periode 4
4 Jelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila! Jawab: 1. Pancasila sebagai suatu ideologi mengandung nilai-nilai yang disaring dan digali dari nilai-nilai luhur dan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut memberikan pengaruh bentuk sikap dan perilaku yang positif. Nilai dapat diartikan sebagai kualitas atau isi dari sesuatu.
UnsurMenentukan Topik Penelitian. Dalam menentukan topik penelitian, peneliti perlu memperhatikan berbagai pertimbangan. Oleh karena itulah unsur unsur dalam pemilihan topik adalah; Bermanfaat bagi masyarakat. Dapat diteliti atau rasional. Sesuai dengan keahlian yang dikuasal peneliti. Dapat dijangkau (tempat, waktu, tenaga, dan dana) Memiliki
Secaraumum, Test of English as a Foreign Language, biasa disebut TOEFL, meliputi empat unsur, yaitu: Reading. Dialogue. Structure. Vocabulary. Empat unsur di atas dapat diperinci lagi sebagaimana berikut: 1. Reading. Reading dalam toefl biasanya berisi tentang seluk beluk peristiwa yang terjadi di Amerika.
Unsurtransisi periode keempat dan senyawaÂ-senyawanya umumnya bersifat paramagnetik. Feromagnetik hanya diperlihatkan oleh beberapa logam, yaitu besi, kobalt, dan nikel, serta logam-logam paduan tertentu. Sifat magnet zat berkaitan dengan konfigurasi elektronnya. Zat yang bersifat paramanetik mempunyai setidaknya satu elektron tidak
pCh6StS.
JAWABANI. Evaluasi Pendidikan mempunyai fungsi yang bervariasi di dalam proses belajar mengajar, tulislah Tes 1. Fungsi Untuk KelasĂ Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa. Diagnosis yang sebenarnya terhadap kesulitan belajar dilakukan dengan metode uji standar yang membandingkan tingkatan kemampuan seorang anak terhadap anak lainnya yang dianggap normal. Hasil uji tidak hanya tergantung pada kemampuan aktual anak, tetapi juga reliabilitas pengujian itu serta kemampuan sang anak untuk memerhatikan dan memahami pertanyaannya. Masing-masing tipe LD Learning Disorder / Gangguan belajar didiagnosis dengan cara yang sedikit berbeda. Untuk mendiagnosis kesulitan berbicara dan berbahasa, ahli terapi wicara menguji cara pelafalan bunyi bahasa anak-anak, kosakata, dan pengetahuan tata bahasa serta membandingkannya dengan kemampuan anak sebaya mereka yang normal. Sehubungan dengan gangguan kemampuan atau perkembangan akademis yang mencakup membaca, menulis, dan matematika, maka pengujiannya dilakukan dengan metode uji standar. Kita perlu memperhatikan bahwa penanganan gangguan belajar itu sangatlah berbeda dengan upaya mengejar ketertinggalan pelajaran di Mengevaluasi celah antara bakat dengan pencapaian. Celah antara Bakat dan pencapaian yang dimiliki siswa akan terlihat melalui tes. Jika Hasil tes yang diperoleh tinggi, hal ini menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki bakat dibidang tersebut. Sehingga celah antara bakat dan pencapaian akan terlihat tipis atau Menaikkan tingkat prestasiDengan melakukan tes, akan meningkatkan prestasi siswa. Karena dengan adanya tes, setiap siswa akan dituntut untuk belajar lebih dalam supaya memperoleh hasil yang bagus. Disamping itu menjadi pendorong untuk berprestasi karena bersaing dengan siswa Mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu metode kelompokTes bisa digunakan untuk mengelompokkan siswa dalam kelas pada waktu pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak merasa memiliki kemampuan lebih rendah dari siswa lain yang menyebabkan rendah diri. Dalam memberikan pembelajaranpun lebih mudah karena siswa dikelompokkan sesuai dengan keseragaman kemampuan yang dilihat dari hasil tes. Ă Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa secara hasil tes yang diperoleh siswa memungkinkan untuk merencanakan kegiatan proses belajar mengajar secara perorangan. Topik atau materi yang belum dikuasai oleh siswa antara siswa yang satu dengan yang lain tidak sama, hal ini menjadikan pembelajaran secara perorangan lebih Menetukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khususBimbingan Khusus bisa dilakukan dengan melihat hasil tes yang diperoleh siswa. Siswa yang memiliki nilai dibawah KKM memerlukan bimbingan khusus agar bisa menyesuaiakn ketertinggalan dengan siswa lain di kelas. Siswa yang sudah memperoleh hasil bagus atau di atas KKM juga perlu mendapatkan bimbingan khusus dalam pembelajaran dalam bentuk pengayaan. Hal ini sangat penting agar siswa tidak hanya berhenti belajar pada pencapaian kompetensi tersebut, akan tetapi terus mengembangkan kemampuannya secara Menentukan tingkat pencapaian untuk setiap anakTingkat pencapaian belajar pada anak diperoleh melalui proses tes. Siswa yang memperoleh hasil tes baik artinya sudah menunjukkan pencapaian dalam belajar. Namun siswa yang memperoleh hasil belajar kurang baik menunjukkan pencapaian belajarnya belum tuntas dan perlu diperbaiki untuk kebaikan diwaktu Fungsi Untuk BimbinganĂ Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak merekaArah pembicaraan antara orang tua dengan pendidika mengenai anak mereka mengacu pada hasil tes belajar yang diperoleh siswa. Ini merupakan fungsi tes sebagai bimbingan, baik yang memiliki hasil tes yang sudah bagus ataupun yang masih kurang bagus. Ă Membantu siswa dalam menentukan pilihanPilihan siswa yang dilakukan berdasarkan hasil tes yang diperoleh. Dalam melakukan pilihan siswa mampu mengukur kemampuan diri, bukan hanya mengedepankan keinginan saja tanpa diimbangi dengan kemampuan. Hal ini dimaksudkan agar siswa mampu memperoleh pembelajaran yang lebih baik. Dan tidak salah Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusanFungsi tes sebagai bimbingan juga dapat digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan dan pemilihan jurusan yang sesuai dengan bidang yang diminat dan kemampuan yang dimiliki. Tujuan merupakan langkah awal ketika seseorang akan melakukan sesuatu. Ini menjadi sangat penting dalam proses pencapaiannya. Ă Memberi kesempatan kepada pembimbing, guru, dan orang tua dalam memahami kesulitan anak3. Fungsi Untuk AdminitrasiĂ Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa Siswa dikelompokkan berdasarkan hasil pencapaian tes yang diperoleh. Sebagai penempatan dalam pembagian kelas yang memberikan petunjuk sebagai Penempatan siswa baru Penempatan siswa baru juga berdasarkan hasil tes yang salah satu kebijakan yang diambil oleh sebuah organisasi dalam rangka mengelola sistem pengadministrasian lebih Membantu siswa memilih kelompokStategi siswa dalam memilih kelompok, bisa dengan menggunakan hasil tes. Adapun strategi yang diterapkan bisa dengan menggabungkan antara siswa yang memiliki kemampuan lebih dengan yang kurang agar menjadi tutor sebaya. Atau bisa dengan menggunakan hasil tes yang homgen/ Menilai kurikulum. Evaluasi dapat memberikan penilaian terhadap kurikulum dan memberikan informasi untuk mengembangkan program Memperluas hubungan masyarakatĂ Menyediakan informasi untuk badan-badan lainII. Jelaskan makna dari evaluasi, tes, pengukuran, dan asesmen serta apa hubungannya satu dengan yang Makna EvaluasiMenurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran John M. Echols dan Hasan Shadily 1983. Stufflebeam, dkk 1971 mendefinisikan evaluasi sebagai âThe process of delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternativesâ. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. Sementara evaluasi menurut Kumano 2001 merupakan penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui kegiatan asesmen. Sementara itu menurut Calongesi 1995 evaluasi adalah suatu keputusan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran. Sejalan dengan pengertian tersebut, Zainul dan Nasution 2001 menyatakan bahwa evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar, baik yang menggunakan instrumen tes maupun non tes. Pendapat senada tentang evaluasi dungkapkan oleh Sridadi 2007 yaitu evaluasi adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis dan terencana dalam rangka untuk membuat alternatif-alternatif keputusan atas dasar pengukuran dan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya. Allen Philips 1979 1-2 evaluation is a complex term that often is misused by both teachers and students. It involves making decicions or judgements about students based on the extent to which instructional objectives are achieved by 7 them. Evaluasi adalah istilah yang kompleks yang sering disalahgunakan oleh para guru dan siswa. evaluasi melibatkan pembuatan keputusan atau penilaian tentang siswa berdasarkan sejauh mana tujuan instruksional yang dicapai oleh mereka Secara garis besar dapat dikatakan bahwa evaluasi adalah pemberian nilai terhadap kualitas sesuatu. Selain dari itu, evaluasi juga dapat dipandang sebagai proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan. Cronbach dalam Harris, 1985 menyatakan bahwa evaluasi merupakan pemeriksaan yang sistematis terhadap segala peristiwa yang terjadi sebagai akibat dilaksanakannya suatu program. Tayibnapis 2000 dalam hal ini lebih meninjau pengertian evaluasi program dalam konteks tujuan yaitu sebagai proses menilai sampai sejauhmana tujuan pendidikan dapat dicapai. Berdasarkan tujuannya, terdapat pengertian evaluasi sumatif dan evaluasi formatif. Evaluasi formatif dinyatakan sebagai upaya untuk memperoleh feedback perbaikan program, sementara itu evaluasi sumatif merupakan upaya menilai manfaat program dan mengambil keputusan Lehman, 1990. b. Makna Tes Tes adalah suatu pertanyaan atau tugas/seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait/atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar Ebel dan Frisbie 1996; Sax 1980; Lehmann 1973; Zainul 1995. Menurut Riduwan 2006 37 tes sebagai instrumen pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan/latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu/kelompok. Menurut 1979 1-2 âA test is commonly difined as a tool or instrument of measurement that is used to obtain data about a specific trait or characteristic of an individual or groupâ. Test biasanya diartikan sebagai alat atau instrumen dari pengukuran yang digunakan untuk memperoleh data tentang suatu karakteristik atau ciri yang spesifik dari individu atau kelompok. pengertian lain tentang tes test adalah suatu alat penilaian dalam bentuk tulisan untuk mencatat atau mengamati prestasi siswa yang sejalan dengan target penilaian Jacobs & Chase, 1992. Jawaban yang diharapkan dalam tes menurut Sudjana dan Ibrahim 2001 dapat secara tertulis, lisan, atau perbuatan. Setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Dengan demikian apabila suatu tugas atau pertanyaan menuntut harus dikerjakan oleh seseorang, tetapi tidak ada jawaban atau cara pengerjaan yang benar dan salah maka tugas atau pertanyaan tersebut bukanlah tes. Berkaitan dengan dengan tes terdapat beberapa istilah harus dibedakan pengertiannya yaitu antara tes, testing, testee, tester. Testing berkaitan dengan waktu pelaksanaan tes saat pelaksanaan tes. Sementara itu Gabel 1993 menyatakan bahwa testing menunjukkan proses pelaksanaan tes. Testee adalah responden yang mengerjakan tes. Mereka inilah yang akan dinilai atau diukur kemampuannya. Sedangkan Tester adalah seseorang yang diserahi tugas untuk melaksanakan tes kepada responden. Dewasa ini tes masih merupakan alat evaluasi yang umum digunakan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran Subekti & Firman, 1989. Menurut Faisal 1982219, seringkali skor tes ini dipergunakan sebagai satu-satunya indikator dalam menilai penguasaan konsep, efektivitas metode belajar serta aspek lainnya terhadap siswa di dalam praktek pembelajaran. Padahal jika merujuk pada taksonomi Bloom saja terdapat paling tidak tiga aspek yang harus diukur dalam peleksanaan pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikomotor, ketiga aspek tersebut tidak mungkin dapat diukur hanya dengan tes yang pada umumnya hanya bersifat paper and pencil test. Tes dapat dipilah-pilah ke dalam berbagai kelompok. Berdasarkan bentuknya dikenal adanya tes uraian essay test dan tes objektif objective test. Tes Uraian berdasarkan tipenya dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni tes uraian terbatas restricted essay test dan tes uraian bebas extended essay test. Tes objektif, berdasarkan tipenya dapat dikelompokkan menjadi 3, yakni tes benar salah true-false test, tes menjodohkan mathcing test, dan tes pilihan ganda multiple choice test. Beberapa tipe tes tersebut masih dapat dikelompokkan lagi menjadi beberapa jenis tes berdasarkan ragam dan karakternya. Tes berdasarkan cara melakukannya juga dapat dipilih menjadi tes tertulis, tes lisan, dan tes Makna Pengukuran Menurut Philips 1979 1-2 âa measure is the score that has been assigned on the basis of a testâ. Pengukuran adalah skor yang telah ditetapkan atas dasar suatu tes. Sejala denngan pendapat Philips tersebut, Kerlinger yang dikutip Sridadi 2007 juga mengatakan bahwapengukuransebagai pemberian angka-angka pada obyek atau kejadian-kejadian menurut suatu aturan tertentu. Sementara menurut Cangelosi 1995 yang dimaksud dengan pengukuran Measurement adalah suatu proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan. Berkaitan dengan pengukuran prestasi belajar siswa, guru menaksir prestasi siswa dengan membaca atau mengamati apa saja yang dilakukan siswa, mengamati kinerja mereka, mendengar apa yang mereka katakan, dan bagaimana mereka menggunakan indera mereka seperti melihat, mendengar, menyentuh, mencium, dan merasakan. Menurut Zainul dan Nasution 2001 pengukuran memiliki dua karakteristik utama yaitu 1 penggunaan angka atau skala tertentu; 2 menurut suatu aturan atau formula tertentu. Measurement pengukuran merupakan proses yang mendeskripsikan performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif sistem angka sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka Alwasilah et Pernyataan tersebut diperkuat dengan pendapat yang menyatakan bahwa pengukuran merupakan pemberian angka terhadap suatu atribut atau karakter tertentu yang dimiliki oleh seseorang, atau suatu obyek tertentu yang mengacu pada aturan dan formulasi yang jelas. Aturan atau formulasi tersebut harus disepakati secara umum oleh para ahli Zainul & Nasution, 2001. Dengan demikian, pengukuran dalam bidang pendidikan berarti mengukur atribut atau karakteristik peserta didik tertentu. Dalam hal ini yang diukur bukan peserta didik tersebut, akan tetapi karakteristik atau atributnya. Senada dengan pendapat tersebut, Secara lebih ringkas, Arikunto dan Jabar 2004 menyatakan pengertian pengukuran measurement sebagai kegiatan membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi kuantitatif. Pengukuran measurement dapat dilakukan dengan cara tes atau non-tes. Amalia 2003 mengungkapkan bahwa tes terdiri atas tes tertulis paper and pencil test dan tes lisan. Sementara itu alat ukur non-tes terdiri atas pengumpulan kerja siswa portofolio, hasil karya siswa produk, penugasan proyek, dan kinerja performance. d. Makna Asesmen Asesmen assessment diartikan oleh Stiggins 1994 sebagai penilaian proses, kemajuan, dan hasil belajar siswa outcomes. Sementara itu asesmen menurut Kumano 2001 adalah âThe process of Collecting data which shows the development of learningâ, asesmen adalah proses pengumpulan data untuk melihat perkembangan belajar. Pendapat lain tentang asesmen dalam kelas dikemukakan oleh Angelo 1991 5 17 âClassroom Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and often, on how well their students are learning what they are being taughtâ. Penilaian kelas merupakan metode sederhana yang dapat digunakan fakultas untuk mengumpulkan umpan balik, sejak awal dan sering, untuk mengetahui seberapa baik siswa mereka belajar apa yang mereka diajarkan. Gabel 1993 388-390 mengkategorikan asesmen ke dalam kedua kelompok besar yaitu asesmen tradisional dan asesmen alternatif. Asesmen yang tergolong tradisional adalah tes benar-salah, tes pilihan ganda, tes melengkapi, dan tes jawaban terbatas. Sementara itu yang tergolong ke dalam asesmen alternatif non- tes adalah essay/uraian, penilaian praktek, penilaian proyek, kuesioner, inventori, daftar Cek, penilaian oleh teman sebaya/sejawat, penilaian diri self assessment, portofolio, observasi, diskusi dan interviu wawancara. Asesmen dalam pelaksanaannya dapat digunakan sebagai sarana untuk memonitor perkembangan belajar siswa, sebagainama yang ungkapkan oleh Wiggins 1984 bahwa asesmen merupakan sarana yang secara kronologis membantu guru dalam memonitor siswa. Oleh karena itu, menurut Popham 1995 asesmen sudah seharusnya merupakan bagian dari pembelajaran, bukan merupakan hal yang terpisahkan. Asesmen pada hakikatnya menitikberatkan pada penilaian proses belajar siswa Resnick ,1985. Berkaitan dengan hal tersebut, Marzano et al. 1994 menyatakan bahwa dalam mengungkap penguasaan konsep siswa, asesmen tidak hanya mengungkap konsep yang telah dicapai, akan tetapi juga tentang proses perkembangan bagaimana suatu konsep tersebut diperoleh. Dalam hal ini asesmen tidak hanya dapat menilai hasil dan proses belajar siswa, akan tetapi juga kemajuan belajarnya. e. Hubungan Evaluasi , tes, pengukuran dan 2003 mengungkapkan bahwa asesmen lebih ditekankan pada penilaian proses. Sementara itu evaluasi lebih ditekankan pada hasil belajar. Apabila dilihat dari keberpihakannya, menurut Stiggins 1993 asesmen lebih berpihak kepada kepentingan siswa. Siswa dalam hal ini menggunakan hasil asesmen untuk merefleksikan kekuatan, kelemahan, dan perbaikan belajar. Sementara itu evaluasi menurut Rustaman 2003 lebih berpihak kepada kepentingan evaluator. Yulaelawati 2004 mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara evaluasi dengan asesmen. Evaluasi evaluation merupakan penilaian program pendidikan secara menyeluruh. Evaluasi pendidikan lebih bersifat makro, meluas, dan menyeluruh. Evaluasi program menelaah komponen-komponen yang saling berkaitan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Sementara itu asesmen merupakan penilaian dalam scope yang lebih sempit lebih mikro bila dibandingkan dengan evaluasi. Seperti dikemukakan oleh Kumano 2001 asesmen hanya menyangkut kompetensi siswa dan perbaikan program Harlen 1982 mengungkapkan perbedaan antara asesmen dan evaluasi dalam hal metode. Evaluasi dinyatakan menggunakan kriteria dan metode yang bervariasi. Asesmen dalam hal ini hanya merupakan salah satu dari metode yang dipilih untuk evaluasi tersebut. Selain dari itu, subyek untuk asesmen hanya siswa, sementara itu subyek evaluasi lebih luas dan beragam seperti siswa, guru, materi, organisasi, dll. Pengukuran, Tes, dan evaluasi dalam pendidikan berperan dalam seleksi, penempatan, diagnosa, remedial, umpan balik, memotivasi dan membimbing. Baik tes maupun pengukuran keduanya terkait dan menjadi bagian istilah evaluasi. Meski begitu, terdapat perbedaan makna antara mengukur dan mengevaluasi. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran tertentu. Dengan demikian pengukuran bersifat kuantitatif. Sementara itu evaluasi adalah pengambilan suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik-buruk Dengan demikian pengambilan keputusan tersebut lebih bersifat kualitatif Arikunto,2003; Zainul & Nasution, 2001. Setiap butir pertanyaan atau tugas dalam tes harus selalu direncanakan dan mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar Jacobs & Chase, 1992. Sementara itu tugas ataupun pertanyaan dalam kegiatan pengukuran measurement tidak selalu memiliki jawaban atau cara pengerjaan yang benar atau salah karena measurement dapat dilakukan melalui alat ukur non-tes. Maka tugas atau pertanyaan tersebut bukanlah tes. Selain dari itu, tes mengharuskan subyek untuk menjawab atau mengerjakan tugas, sementara itu pengukuran measurement tidak selalu menuntut jawaban atau pengerjaan tugas. Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes. Pengukuran adalah membandingkan hasil tes dengan standar yang ditetapkan. Pengukuran bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Penilaian bersifat kualitatif. Yulaelawati 2004 menekankan kembali bahwa scope asesmen hanya mencakup kompetensi lulusan dan perbaikan cara belajar siswa. Jadi hubungannya lebih pada peserta didik. Ruang lingkup evaluasi yang lebih luas ditunjukkan dengan cakupannya yang meliputi isi atau substansi, proses pelaksanaan9 program pendidikan, kompetensi lulusan, pengadaan dan peningkatan tenaga kependidikan, manajemen pendidikan, sarana dan prasarana, dan pembiayaan. Kumano 2001 mengungkapkan bahwa meskipun terdapat perbedaan makna/pengertian, asesmen dan evaluasi memiliki hubungan. Hubungan antara asesmen dan evaluasi tersebut digambarkan sebagai berikut. Evaluation âto evaluate the data which was collected through assessmentâ Assessmen âthe process of collecting data which shows the development of learningâ Aikenhead, Kumano 2001. Menurut Zainul & Nasution 2001 Hubungan antara tes, pengukuran, dan evaluasi adalah sebagai berikut. Evaluasi belajar baru dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran yang menggunakan tes sebagai alat ukurnya. Akan tetapi tentu saja tes hanya merupakan salah satu alat ukur yang dapat digunakan karena informasi tentang hasil belajar tersebut dapat pula diperoleh tidak melalui tes, misalnya menggunakan alat ukur non tes seperti observasi, skala rating, dan lain-lain. Zainul dan Nasution 2001 menyatakan bahwa guru mengukur berbagai kemampuan siswa. Apabila guru melangkah lebih jauh dalam menginterpretasikan skor sebagai hasil pengukuran tersebut dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai atas dasar pertimbangan tertentu, maka kegiatan guru tersebut telah melangkah lebih jauh menjadi Bagaimana memberikan pengertian tentang Obyek Penilaian Pendidikan dan unsur apa yang terdapat Pengertian Objek PenilaianObjek penilaian evaluasi Yaitu segala sesuatu yang menjadi titik pusat pengamatan karena penilai menginginkan informasi tentang sesuatu. Biasa disebut juga dengan sasaran Penilaian Pendidikan 1. Aspek Kognitif Misalnya, kemampuan calon peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan sebagai taruna Akademi Angkatan Laut tentu harus dibedakan dengan kemampuan calon peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan pada sebuah perguruan tinggi agama Aspek Afektif Sikap, pada dasarnya adalah merupakan bagian dari tingkah laku manusia, sebagai gejala atau gambaran kepribadian yang memencar keluar3. Aspek Psikomotor Kepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri seseorang, yang menampakkan bentuknya dari tingkah lakunya. B. Unsur-unsur Objek Penilaian Pendidikan1 InputCalon siswa sebagai pribadi yang utuh, dapat ditinjau dari beberapa segi yang menghasilkan bermacam-macam bentuk tes yang digunakan sebagai alat untuk mengukur. 2 KemampuanUntuk dapat mengikuti program dalam suatu lembaga/sekolah/institusi maka calon siswa harus memiliki kemampuan yang sepadan. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan ini disebut tes kemampuan atau attitude KepribadianKepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri manusia dan menampakkan bentuknya dalam tingkah laku. Dalam hal-hal tertentu, informasi tentang kepribadian sangat diperlukan. Alat untuk mengetahui kepribadian seseorang disebut tes kepribadian atau pesonality SikapSikap ini merupakan bagian dari tingkah laku manusia sebagai gejala atau gambaran kepribadian yang memancar keluar. Sikapi merupakan sesuatu yang paling menonjol dan sangat dibutuhkan dalam pergaulan maka banyak orang yang menginginkan informasi khusus tentangnya. Alat untuk mengukur keadaan sikap seseorang dinamakan tes sikap atau attitude test. Oleh karena tes ini berupa skala, maka lalu disebut skala sikap atau attitude IntelegensiUntuk mengetahui tingkat inteligensi digunakan tes inteligensi di kenal dengan nama tes Binet-Simon. Tes-tes yang lain misalnya SPM, Tintum, dan sebagainya. Dari hasil tes akan diketahui IQ Intelligence Quotient, tingkat intelektual siswa yang Unsur-unsur dalam transformasi yang menjadi objek penilaian antara laina Kurikulum/materib Metode dan cara penilaianc Sarana pendidikan/mediad Sistem administrasie Guru dan personal lainnyaIV. Jelaskan,Langkah yang harus dilakukan bagi seorang guru dalam proses pengembangan alat evaluasi agar diperoleh instrumen yang valid dan reliable!Langkah yang harus dilakukan bagi seorang guru dalam proses pengembangan alat evaluasi agar diperoleh instrumen yang valid dan reliable yakni a. Tahapan persiapan,Pada tahapan ini bahan-bahan yang diperlukan untuk menyusun alat evaluasi dihimpun, bahan-bahan tersebut meliputi 1 Tujuan Pengajaran. Yakni bentuk perilaku yang akan dievaluasi. Bila evaluasi dilakukan secara formatif tujuan pengajaran di samping untuk kepentingan evaluasi, juga dalam rangka pengembangan sistem pengajaran system instructional. Bila evaluasi dilakukan sebagai evaluasi sumatif atau untuk kepentingan diagnostik maupun penempatan, maka perumusan tujuan disesuaikan dengan maksud tertentu. Dalam perumusan tujuan perlu diperhatikan aspek yang akan diukur berdasarkan klasifikasi taxonomi Menentukan ruang lingkup dan urutan bahan berpedoman pada kisi-kisi yang dibuat. Dalam hal ini perlu diperhatikan pula penggunaan sumber bahan yang representatif, sehingga dalam mengambil sample bahan yang akan dievaluasikan betul-betul mencerminkan tentang berbagai aspek yang akan diukur. Hal ini terutama sekali berlaku bila bukan evaluasi formatif yang akan Menuliskan butir-butir soal dengan bentuk sebagaimana direncanakan dan dibuat dalam Bila evaluasi dilaksanakan selain untuk kepentingan evaluasi formatif, soal yang dibuat perlu diuji coba terlebih dahulu sebelum diperbanyak sesuai dengan Tahapan pelaksanaanEvaluasi formatif dilaksanakan setiap kali dilakukan pengajaran terhadap satu unit pelajaran tertentu. Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program, apakah semester atau kelas terakhir Evaluasi Belajar Tahap Akhir termasuk pula evaluasi sumatif. Evaluasi diagnostik dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Jadi, dalam Melaksanakan kegiatan evaluasi harus disesuaikan dengan maksud tertentu. c. Tahap pemeriksaanPenentuan dan pengolahan angka atau skor. Dalam memeriksa pekerjaan hasil evaluasi seharusnya digunakan kunci jawaban, baik untuk evaluasi dengan test essay ataupun t6es obyektif. Hal ini disamping untuk mempermudah pemeriksaan juga untuk menghindari unsur subyektif dalam memberikan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan masih dalam bentuk angka mentah. Agar kita memperoleh angka masak angka terjabar perlu dilakukan pengolahan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Untuk menghasilkan angka terjabar ini dasar penentuan angka disesuaikan dengan acuan yang digunakan, apakah aduan petokan ataukah acuan Observasi sebagai alat penilain nontes, mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Tulislah selengkapnya dan mengapa demikian ?Observasi merupakan suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenati berbagai fenomena yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi dan mengukur factor-faktor yang diamati khususnya kecakapan social. Berikut ini beberapa karakteristik dari observasi, yaitu1. Mempunyai tujuan2. Bersifat ilmiah3. Terdapat aspek yang diamati4. PraktisSedangkan secara lebih lanjut, terdapat tiga jenis observasi, yaitu1. Observasi partisipan, dimana pengamat ikut andil dalam kegiatan kelompok yang sedang Observasi sistematik merupakan observasi dengan menggunakan kerangka yang berisi faktor-faktor yang ingin diteliti yang telah dikategorikan terlebih dahulu secara Observasi Eksperimental meupakan observasi dimana pengamat tidak berpartisipasi dalam kelompok yang diamati namun dapat mengendalikanunsur-unsur tertentu sehingga tercipta tujuan yang sesuai dengan tujuan observasi. Observasi jenis ini memungkinkan evaluator untuk mengamati sifat-sifat tertentu dengan langkah-langkah penyusunan pedoman observasi adalah1. Merumuskan tujuan observasi2. Membuat kisi-kisi observasi3. Menyusun pedoman observasi4. Menyusun aspek-aspek yang ingin diobservasi5. Melakukan uji coba pedoman observasi6. Merevisi pedoman observasi berdasarkan hasil uji coba7. Melaksanakan observasi8. Mengolah dan menafsirkan hasil observasiSama halnya dengan instrument evaluasi yang lain,obsevasi memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan yaituKelemahanĂ Pelaksanaannya sering terganggu keadaan cuaca atau kesan yang kurang baik dari observer maupun Masalah yang sifatnya pribadi sulit Apabila memakan waktu lama, akan menimbulkan Observasi cocok dilakukan untuk berbagai macam Observasi cocok untuk mengamati Banyak aspek yang tidak dapat diukur dengan tes tetapi bisa diukur dengan Pustaka Anas Sudijono. 2005. Evaluasi Pendidikan. Jakarta Raja Grafindo.
1. Apa itu Landasan Pendidikan? Sobat Ilyas, sebelum kita membahas pertanyaan tentang landasan pendidikan, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu landasan pendidikan. Landasan pendidikan adalah dasar atau pondasi yang menjadi landasan dalam pembangunan sistem pendidikan di suatu negara. 2. Apa saja unsur-unsur Landasan Pendidikan? Unsur-unsur landasan pendidikan meliputi nilai-nilai budaya, kebijakan pendidikan, kurikulum, tenaga pendidik, sarana dan prasarana, serta sistem evaluasi dan pengawasan. 3. Bagaimana peran nilai-nilai budaya dalam Landasan Pendidikan? Nilai-nilai budaya menjadi bagian penting dalam pembentukan landasan pendidikan. Nilai-nilai budaya menjadi acuan dalam menentukan tujuan pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan intelektual siswa. 4. Apa saja kebijakan pendidikan yang menjadi bagian dari Landasan Pendidikan? Kebijakan pendidikan yang menjadi bagian dari landasan pendidikan meliputi kebijakan pendidikan nasional, kebijakan pendidikan daerah, dan kebijakan pendidikan institusi. 5. Bagaimana peran kurikulum dalam Landasan Pendidikan? Kurikulum menjadi bagian penting dalam landasan pendidikan karena kurikulum menentukan materi pelajaran yang diajarkan dan metode pembelajaran yang digunakan. 6. Bagaimana peran tenaga pendidik dalam Landasan Pendidikan? Tenaga pendidik memiliki peran penting dalam landasan pendidikan karena mereka menjadi pengajar yang membentuk karakter dan intelektual siswa. 7. Apa saja sarana dan prasarana yang harus tersedia dalam Landasan Pendidikan? Sarana dan prasarana yang harus tersedia dalam landasan pendidikan meliputi gedung sekolah, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan sarana olahraga. 8. Bagaimana peran sistem evaluasi dan pengawasan dalam Landasan Pendidikan? Sistem evaluasi dan pengawasan menjadi bagian penting dalam landasan pendidikan karena mereka memastikan bahwa sistem pendidikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 9. Apa saja tantangan dalam pembangunan Landasan Pendidikan? Tantangan dalam pembangunan landasan pendidikan meliputi kurangnya anggaran, kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, serta kurangnya sarana dan prasarana yang memadai. 10. Bagaimana cara mengatasi tantangan dalam pembangunan Landasan Pendidikan? Cara mengatasi tantangan dalam pembangunan landasan pendidikan meliputi peningkatan anggaran untuk pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pengajar, serta peningkatan sarana dan prasarana yang memadai. 11. Apa saja manfaat dari pembangunan Landasan Pendidikan yang baik? Manfaat dari pembangunan landasan pendidikan yang baik adalah terciptanya generasi yang berkualitas, meningkatnya daya saing bangsa, serta terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan berbudaya. 12. Apa saja perbedaan landasan pendidikan di negara-negara lain? Perbedaan landasan pendidikan di negara-negara lain terletak pada nilai-nilai budaya yang menjadi acuan dalam pembentukan landasan pendidikan serta kebijakan pendidikan yang berbeda-beda. 13. Apa saja keunggulan landasan pendidikan di Indonesia? Keunggulan landasan pendidikan di Indonesia adalah keanekaragaman budaya yang menjadi landasan nilai-nilai pendidikan serta semangat gotong royong dalam pembangunan sistem pendidikan. 14. Bagaimana peran orang tua dalam mendukung Landasan Pendidikan? Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung landasan pendidikan dengan memberikan dukungan moral dan materi kepada anak-anak dalam menunjang pendidikan mereka. 15. Apa saja kendala dalam peran orang tua dalam mendukung Landasan Pendidikan? Kendala dalam peran orang tua dalam mendukung landasan pendidikan meliputi kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. 16. Bagaimana cara mengatasi kendala dalam peran orang tua dalam mendukung Landasan Pendidikan? Cara mengatasi kendala dalam peran orang tua dalam mendukung landasan pendidikan meliputi peningkatan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan serta peningkatan dukungan dari lingkungan sekitar. 17. Apa saja peran pemerintah dalam pembangunan Landasan Pendidikan? Pemerintah memiliki peran penting dalam pembangunan landasan pendidikan dengan menyediakan anggaran yang cukup, meningkatkan kualitas tenaga pengajar, serta memperbaiki sarana dan prasarana yang ada. 18. Bagaimana cara mengatasi masalah kurangnya tenaga pengajar berkualitas? Cara mengatasi masalah kurangnya tenaga pengajar berkualitas adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan bagi calon tenaga pengajar serta memberikan insentif yang cukup untuk menarik minat untuk menjadi tenaga pengajar. 19. Bagaimana cara mengatasi masalah kurangnya sarana dan prasarana yang memadai? Cara mengatasi masalah kurangnya sarana dan prasarana yang memadai adalah dengan meningkatkan anggaran untuk pendidikan serta melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. 20. Kesimpulan Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa landasan pendidikan menjadi dasar penting dalam pembangunan sistem pendidikan di suatu negara. Untuk membangun landasan pendidikan yang baik, diperlukan kerjasama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pengajar, orang tua, hingga masyarakat sekitar. Dengan membangun landasan pendidikan yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang berkualitas dan masyarakat yang lebih cerdas dan berbudaya. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!
Contoh Soal Pilgan Tentang Pengantar Pendidikan1. Maju mundurnya ekonomi suatu negara terletak pada maju atau tidaknya pendidikan di negara tersebut, hal ini membuktikan bahwa pendidikan merupakan salah satu landasan ekonomi dan memandang pendidikan sebagai ....a. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayanib. Human invesmentc. Deviant behaviourd. Pranata sosial2. Pak Masjuki dan Istri adalah seorang guru, gaji bulanannya hanya pas-pasan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya yang empat orang itu, namun semua anaknya bersekolah di sekolah negeri sampai kuliahnyapun demikian. Sekarang kedua anak tertuanya sudah bergelar master dan sudah bekerja pada kantor pemerintah. Anak ketiganyapun telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri terkenal. Keberhasilan keluarga pak Masjuki disebabkan oleh ....a. Mereka berasal dari keluarga guru yang hidupnya pas-pasanb. Anak-anaknya menjadi pintar karena semuanya bersekolah di sekolah negeric. Dibiayai dengan uang yang diperoleh secara halald. Semua anak-anaknya dididik secara prihatin dan secara kebetulan mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata3. Bentuk keluarga dibedakan atas keluarga patriarhat, keluarga matrilineal, keluarga patrilineal, dan keluarga equaliterian. Semua bentuk keluarga tersebut dibedakan berdasarkan ....a. Garis keturunanb. Pemegang kekuasaanc. Bentuk perkawinand. Keutuhan keluarga4. Secara umum, tujuannya adalah memberikan bekal kemampuan kepada peserta didik dalam mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan sebagai makhluk Tuhan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan dari ....a. Instruksional umumb. Instruksional khususc. Pendidikan nasionald. Pendidikan sekolah5. Idris Sardi adalah pemain biola terkenal di Indonesia, tetapi kepiawaiannya bermain biola tidak satupun yang menurun kepada anak-anaknya. Salah satu penyebabnya adalah tidak satupun anak-anak Idris Sardi yang memiliki bakat bermain musik. Contoh di atas merupakan pendapat dari aliran pendidikan menurut ....a. Nativismeb. Empirismec. Konvergensid. Behaviour6. Pranata sosial adalah sebagai suatu sistem peran dan norma sosial yang saling berhubungan dan terorganisasi disekitar pemenuhan kebutuhan atau fungsi sosial yang penting. Pernyataan di atas dikemukakan oleh ....a. Peter L. Bergerb. Komblumc. Theodorson. Piaget7. Landasannya merupakan seperangkat asumsi yang bersumber dari hasil studi dan disiplin ilmu yang dijadikan titik tolak dalam rangka praktek pendidikan. Pernyataan tersebut merupakan landasan dari ....a. Psikologib. Sosiologic. Antropologid. Pedagogik8. Manakah pernyataan di bawah yang merupakan landasan historis pendidikan Indonesia ....a. Zaman pengaruh Spanyol dan Portugisb. Undang-Undang Dasar RI Tahun 1945c. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003d. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 19909. Aliran ini berimplikasi terhadap pendidikan, khususnya bidang sains dan matematika. Aliran ini merupakan aliran filsafat yang tema utamanya berkaitan dengan hakikat pengetahuan. Aliran yang dimaksud adalah ....a. Perenialismeb. Progresivismec. Kontruktivismed. Esensialisme10. Pada masa ini pendidikan dianggap sebagai hak semua orang, oleh sebab itu pendidikan bersifat demokratis, dan tidak otokratis. Pendidikan pada masa ini tidak mengenal kurikulum, kalaupun ada kurikulumnya tidak tertulis. Situasi pendidikan seperti ini terdapat pada zaman kerajaan ....a. Hindu - Budhab. Islamc. Pengaruh Portugis dan Spanyold. Kolonial Belanda11. Selain jiwa UUD 1945 yang dijadikan landasan konstitusi pendidikan pada periode awal kemerdekaan 1945 - 1950, terdapat Undang-Undang lain yang digunakan, yaitu ....a. UUD RIS Tahun 1950b. UU Nomor 7 Tahun 1950c. UU RI Nomor 12 Tahun 1954d. UU RI Nomor 4 Tahun 1950 de fakto12. Menurut Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, bahwa kaum pendidik hanya dapat menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan-kekuatan lahir batin agar dapat memperbaiki lakunya bukan dasarnya hidup dan tumbuhnya kodrat alam. Dari pernyataan di atas, implikasinya bagi guru adalah ....a. Semua sarana, materi pendidikan, dan cara-cara mendidik harus dipilih sesuai dengan hakikat peserta didikb. Semua guru harus menguasai berbagai kompetensi mengajarc. Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan faktor perkembangan peserta didikd. Media pembelajaran yang digunakan guru harus tepat dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa13. Salah satu kendala yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan nasional adalah ....a. Masih rendahnya relevansi pendidikanb. Terbatasnya jumlah guru yang bermutuc. Masih tingginya angka putus sekolah yang merupakan bagian dari tantangand. Kurangnya peranan dunia usaha dalam pendidikan nasionalJawaban1. b. Human invesment2. d. Semua anak-anaknya dididik secara prihatin dan secara kebetulan mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata3. b. Pemegang kekuasaan4. d. Pendidikan sekolah5. a. Nativisme6. c. Theodorson. c. Antropologi8. a. Zaman pengaruh Spanyol dan Portugis9. c. Kontruktivisme10. b. Islam11. d. UU RI Nomor 4 Tahun 1950 de fakto12. a. Semua sarana, materi pendidikan, dan cara-cara mendidik harus dipilih sesuai dengan hakikat peserta didik13. b. Terbatasnya jumlah guru yang bermutu
1. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan, sertakan apa yang menjadi unsur-unsur pendidikan? Jawab - Pendidikan merupakan upaya dalam membimbing manusia yang belum dewasa kearah kedewasaan atau suatu proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik melalui upaya pengajaran dan pelatihan. - Unsur-unsur pendidikan diantaranya a. Peserta didik yaitu subjek atau pribadi yang otonom yang diakui keberadaannya. Ciri khas yang dipahami oleh pendidik diantaranya individu adalah insan yang unik, sedang berkembang, membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi, serta memiliki kemampuan mandiri. b. Pendidik, ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Hal yang penting untuk diperhatikan oleh pendidik adalah masalah kewibawaan yaitu suatu pancaran batin yang dapat menimbulkan pada pihak lain sikap untuk mengakui, menerima dan menuruti dengan penuh pengertian atas kekuasaan tersebut. Kewibawaan tersebut dapat memudar jika tidak dirawat dan dibina oleh karenanya ada 3 tiga sendi kewibawaan yang harus dibina yaitu kepercayaan, kasih sayang dan kemampuan. c. Interksi edukatif antar peserta didik dengan pendidik. Interksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. d. Materi atau isi pendidikan, terdiri materi inti dan materi muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa, sedangkan materi muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinekaan kekayaan budaya sesuai dengan lingkungan. e. Konteks yang mempengaruhi pendidikan diantaranya - Alat dan metode pendidikan yaitu segala sesuatu yang dilakukan atau diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Ada yang bersifat preventif yaitu bermaksud mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dikehendaki. Serta bersifat kuratif yaitu bermaksud memperbaiki. - Tempat peristiwa berlangsung lingkungan pendidikan, biasa disebut tri pusat pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. 2. Berdasarkan pada asas-asas pendidikan terdapat belajar sepanjang hayat, bagaimana konsep pendidikan sepanjang hayat tersebut? Jawab Konsep pendidikan sepanjang hayat yaitu - Sepanjang hidupnya manusia memang tidak pernah berada di dalam suatu vakum, mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri secara aktif dinamis, kreatif dan inovatif terhadap diri dan kemajuan zaman. - Pendidikan sepanjag hayat bertumpu pada keyakinan bahwa pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, pendidikan sepanjang hayat merupakan suatu proses berkesinambungan yang langsung sepanjang hidup. - Pendidikan sepanjang hayat didefinisikan sebagai tujuan atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan, pengorganisasian dan perstrukturan ini diperluas mengikuti seluruh rentangan usia dari yang paling muda sampai yang paling tua. - Sejauh ini makna pendidikan sepanjang hayat mempunyai makna dalam kerangka ilmiah dan dalam praktek kehidupan keseharian. Namun pendidikan sepanjang hayat ini sebagai konsep yang secara ilmiah mendasari pendidikan yang belum jelas. Sumber
pertanyaan tentang unsur unsur pendidikan