KolaseTribun Manado / Istimewa. Bacaan Alkitab Yerusalem yang Baru. 1 Korintus 10:21-22. TRIBUNMANADO.CO.ID - Pernahkah Anda diduakan? Siapa yang mau dimadu? Siapa yang rela kekasihnya menjadi milik orang lain? bagaimakah rasanya kalau istri, suami kita mendua hati dengan yang lain? Pasti marah, cemburu, sedih, benci, galau dan berbagai rasa Kalobicara soal hati, jawabannya selalu rumit. Gak pernah jelas. Gak pernah pasti. Kayak pelajaran sosial, setiap harinya selalu berkembang, 1 + 1 gak selamanya jadi 2. Bisa jadi 3, 4 bahkan 10. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Itu yang namanya hati.. Malam ini gue buka askfm dan menyadari dapet banyak ask tentang Greys. Manusiamemang diciptakan dengan pelbagai ragam,pelbagai sifat dan karenah. Dengan penciptaan yang pelbagai ini,di sana pasti berlaku perselisihan yang tak dapat dielakkan. Hebatnya insan kerana ia mempunyai sekeping hati. Namun soal hati siapa yang tahu.. Categories: Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook. Newer Post Older LiciknyaHati Manusia. Firman Tuhan dalam Yeremia 17:9 berkata, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?". Dalam terjemahan aslinya tertulis, "hatinya sudah begitu sakit, membatu, ( desperately sick; sakit parah, sakit berat), siapa yang dapat mengetahuinya? 2 Kata-Kata Sastra yang Menyentuh Hati. Ilustrasi (credit: Freepik) Inilah kata-kata sastra yang menyentuh hati dan dapat menjadi sebuah filosofi indah untuk sebuah nasihat. Berikut ini kata-kata sastra tersebut: "Aku tidak tahu dimana aku akan menempatkan diriku di dunia sastra. Aku hanya menulis buku yang aku ingin baca. Cintahati manusia tiada siapa yang tahu Setiap wanita mahukan kebahagian dalam cinta yang dipuja Jika tidak dapat, si Gadis tetap berusaha. Sehingga ada yang mengalirkan air mata Sehingga ada Si Gadis yang makan hati Sehingga ada yang sanggup mengadai hati, perasaan demi Si Jejaka ni2f62A. Jakarta - Renungan Islam bersama cendikiawan muslim Quraish Shihab kali ini mengangkat tema tentang manusia. Dari sekian banyak uraian Alquran menyangkut manusia dan tuntunannya, menurut Quraish Shihab ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya mengenal dirinya sendiri. Bolehkah Daging Aqiqah Dibagikan dalam Bentuk Mentah? Ini Pandangan Imam Syafi'i Ya Muqollibal Qulub Artinya Yang Maha Membolak-balikkan Hati, Ketahui Hikmahnya 10 Bacaan Wirid dari Imam Al-Ghazali Lengkap Arab, Latin dan Artinya Sejak dulu, sebelum hadirnya agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, sudah dikenal ugkapan siapa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya. Nabi Muhammad SAW juga bersabda,"Allah merahmati orang yang mengenal dirinya. Bahkan Allah merahmati orang yang tahu kadar dirinya." Siapakah kita manusia? Menurut pakar tafsir Quraish Shihab, banyak definisi tentang manusia. Ada beberapa hal yang hendaknya bisa disepakati bersama dalam konteks memahami siapa kita dan siapa manusia. Pertama, manusia adalah makhluk sosial. Dimana manusia masih membutuhkan orang lain. Kedua, kita insan. Kata ini memiliki tiga makna. Diambil dari kata nisi, lupa. Manusia makhluk yang bisa lupa. Tidak hanya lupa, manusia juga makhluk yang bisa yang mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhannya.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Dalamnya lautan masih bisa diukur. Dalamnya hati manusia siapa yang bisa ukur. Sebaik-baiknya manusia, siapa yang tahu isi hatinya. Bisa jadi orang yang terlihat di depan mata begitu lembut, manis dan selalu tersenyum, tapi di belakang dia menusuk atau mengkhianatimu. Sejahat-jahatnya orang, siapa yang bisa menebak hatinya. Dia mungkin sangar, kasar, cuek, tapi ketika kamu ada masalah bisa jadi dia yang ada di depan untuk menjagamu, atau di samping untuk menemanimu atau di belakang untuk mendukungmu. Banyak masalah dan kesulitan menjadi semakin pelik karena orang mengabaikan hati. Banyak hubungan menjadi rumit karena bisa jadi hati sudah tertutup terhadap orang lain atau tidak punya hati lagi. Hati manusia sebenarnya membisikan hal baik dan benar. Ia bertindak sebagaimana mestinya jika pikiran atau informasi dari luar mendukungnya untuk berlaku baik dan benar. Namun jika informasi dan pikiran keliru, ia pun bisa keliru dalam menilai. Tidak mudah menilai atau menebak hati orang hanya dari luar saja karena bisa jadi tidak akurat sebab hati manusia menyimpan banyak misteri. Meski hati manusia misteri tapi bisa dipahami jika mau bicara dari hati ke hati dan melibatkan perasaan. Karena ketika orang bicara dari hati, ucapannya akan masuk ke hati dan hatinya merespon secara alami. P. Joseph Pati Mudaj, Msf Silvester Detianus GeaLahir di desa Dahana Hiligodu, Kecamatan Namöhalu-Esiwa, Nias Utara, pada tanggal 31 Desember. Anak kedua dari lima bersaudara. Pada tahun 2016, menyelesaikan kuliah Jurusan Ilmu Pendidikan Teologi di Universitas Katolik Atma Jaya-Jakarta. Sedang menyelesaikan program Pascasarjana S2 Pernah menulis buku bersama Bernadus Barat Daya berjudul “MENGENAL TOKOH KATOLIK INDONESIA Dari Pejuang Kemerdekaan, Pahlawan Nasional Hingga Pejabat Negara” 2017, Ikut serta menulis dalam Seri Aksi Swadaya Menulis Dari Rumah Antologi; “Ibuku Surgaku” jilid III 2020, Ayahku Jagoanku, Anakku Permataku, Guruku Inspirasiku, Hidup Berdamai Dengan Corona Vol. IV, dan Jalan Kenangan Ibuku Vol. IV 2021, Autobiografi Mini Kisah-Kisah Hidupku 2022. Saat ini menjadi Wartawan dan 2018-sekarang, kontributor website Author dan mengajar di salah satu sekolah 2019-sekarang. Penulis dapat dihubungi melalui email atau melalui Facebook Silvester Detianus Gea. Akun Kompasiana Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Manusia bisa dibilang yang paling susah untuk dimengerti, itu diperkuat dengan peribahasa dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu. manusia suka beda di mulut, beda di hati. Ada banyak alasan mengapa manusia seperti itu. Alasannya manusia ingin menutupi yang sebenarnya, manusia ingin membohongi dirinya dan orang lain, manusia yang memiliki sifat pembohong, dll. Memang tidak semua manusia seperti itu. Manusia pasti memiliki alasan atas yang diucapkan dan nikmat jika sudah mengetahui jati diri sendiri, manusia tidak akan kebingungan dengan dirinya sendiri, lalu manusia akan saling mengerti satu sama lain, karena permasalahan yang dihadapi manusia selalu sama, hanya perbedaan tingkat kesulitan permasalahan yang dihadapi dan waktu menerima masalah. Tentu saja bagaimana cara manusia menyelesaikan masalah sangat berpengaruh terhadap jati diri yang akan diperoleh. Sudut pandang manusia terhadap masalah akan menentukan solusi atau cara yang dipilih untuk menyikapi masalah. Manusia bisa saja menyimpan permasalahannya di dalam peti dan mengunci dengan rapat tanpa mengusik sedikitpun, manusia juga bisa langsung bereaksi dengan masalahnya, misalnya panic, depresi atau stress, manusia seperti itu akan kesusahan untuk menemukan solusi, karena manusia yang terlanjur panic dalam menghadapi masalahnya sedang berada dibawah control. Sehingga manusi yang panic hanya memikirkan masalah dan diri sendiri terus menerus sehingga lupa untuk memikirkan solusi dari masalahnya, orang seperti ini harus didampingi. Manusia juga bisa langsung bergegas menyelesaikan masalah yang dihadapi, ini adalah manusia super. Namun manusia terkadang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dari lingkungan karena masalah yang dihadapi. Manusia memang tidak bisa berpikir jernih jika berada dalam emosi yang tidak stabil. Emosi manusia juga berubah setiap saat, sesuai dengan apa yang ada di dalam diri dan di luar dirinya. Emosi muncul ketika ada gejolak dalam dirinya atau saat berhubungan dengan orang lain. Semua emosi yang dimiliki manusia sangat berguna dalam hidup manusia sehingga manusia bisa bertahan hidup. Namun, orang sering menilai emosi yang tidak menyenangkan sebagai emosi negative, akhirnya manusia merasa tidak boleh mengalami emosi negative dan hanya boleh merasakan emosi senang. Pada penelitian emosi dari tahun 1993-1998 di berbagai budaya di Indonesia bagian Barat dan Tengah menyimpulkan bahwa segala emosi yang dicap negative berkaitan dengan reaksi negative orang lain yang melihat. Orang yang senang akan disambut senang. Orang yang sedih akan menimbulkan reaksi sedih dari orang lain. Jadi, lingkungan bisa merubah emosi kita dan kita juga bisa merubah emosi lingkungan. Lihat Cerpen Selengkapnya Jika hati mudah diterka, tak akan ada kalimat tanya yang menyeruak. Kalimat yang jika hilang satu kata tidak ada masalah padanya, masih banyak kata pengganti yang bisa dipasangkan mesti makna tak lagi sama. Lain hal jika hati yang kehilangan jati dirinya, entah apa yang hilang, bisa berupa kelembutan, kepekaan atau masih banyak hal lain lagi. Hati yang mulai tak merasakan nikmat iman saat kalamullah terdengar, akankah bergetar atau hati yang tetap acuh dan melenggang santai? ataukah hati yang sulit peka terhadap hikmah yang ditampakan pada sisi kehidupannya akankah tetap sama masih melenggang dengan santai? Hati ibarat sebuah cermin jika tidak kita bersihkan semakin tertuplah hati oleh debu-debu kotor yang melekat pada permukaanya, tiadalah sinar terpantul atau masuk kedalamnya jika debu tak segera disingkirkan, tertutuplah segala nikmat ilmu, iman dan hidayah yang akan masuk padanya. Hati yang semakin hari semakin tebal oleh debu-debu kemaksiatan, maka tanya pada hati jika telah seperti itu siapa yang tahu sampai mana hati akan kembali bersih dan merasakan cahayaNya. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada hati manusia, tidak terjamah dan tak terlihat, hanya diri dan Allah yang tahu sampai dimana hati ini berkerja, tidak bisa bersandiwara dan memalingkan atas segala apa yang terjadi, apakah hati tetap sibuk bermaksiat atau telah rehat akan segala bentuk kedzaliman diri. “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat” QS. Al-Baqarah 7 Sampai dimana hati akan terus mengembara dalam jurang kemaksiatan, jika hati mengabaikan sebuah kemaksiatan kecil yang terus berulang ulang akankah hati menjadi keras ? seolah olah tak berdosa, merasa diri masih layak untuk disebut hamba, akankah sombong wahai hati yang banyak sudut kelemahannya. Carilah dan ambil kembali jati diri hati yang menghilang, dan biarkan ia terpupuk menjadi sebuah lentera yang jika diberi cahaya maka akan menyinari setiap sudut gelap dalam dirinya, menjadi sebuah cermin yang jika diberika sinar maka akan memantulkan kembali sinar itu kepada sekitar. “Allah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur sesuatu dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. An-Nur 35 Sebelum terlambat wahai hati mohon ampun dengan segala pengharapan dan rasa takut kepada Allah, karena Allah lah yang dapat membolak balikan hati manusia. Wallahu a’lam bissawab.

hati manusia siapa yang tahu